Menggantung Ketergantungan Lama
Senja pun tiba, aku melangkahkan kaki kananku ke dalam Masjid Bea Cukai untuk melaksanakan mabit. Aku memasuki masjid itu dari arah belakang dan terpampang didepanku ketika aku masuk, tulisan berjalan bertuliskan 'harap matikan handphone untuk kekhusyuan solat'. Dalam hati aku mengatakan 'insha Allah' karena niatku sudah bulat untuk benar benar beribadah malam ini.
Aku berjalan menuju ke pinggir masjid dengan niat yg masih sama bulatnya untuk melalukan ibadah dan meletakkan semua barang bawaanku disana. Baru saja aku ingin melaksanakan solat sunnah 2 rakaat dan tiba tiba "centrung..." Bunyi sms masuk ke hp ku. Paranoid setengah mati ketika belum sempat melihat isi sms tersebut, hp ku sudah mati. Kepanikanku bertambah ketika aku tidak menemukan plug di dalam masjid. Memang masjid ini terkenal dengan jarangnya plug yg tersedia.
Daan... Aku sadar bahwa niatku sudah berubah.. Aku menyesal sejadi jadinya, ketika aku memasuki masjid, pertama yg aku cari adalah plug dan bukan Allah. Aku menyesal sejadi jadinya, ketika niatku berubah dengan tidak sengaja karena sebuah ketergantungan lama. Ketergantungan itu membuat generasi hari ini menjadi generasi menunduk. Dan generasi ini harus menggantung ketergantungan lama.

