Lika-Liku

Ketika kita masih kecil dulu, sering rasanya kita memainkan permainan sepanjang masa yang bernama ular tangga. Ketika bermain ular tangga, tak jarang kita mendapatkan tangga naik sehingga kita bisa menyombongkan diri karena melompati jauh semua lawan kita. Tak jarang pula kita mendapatkan ular ketika mendekati titik finish sehingga kita kembali lagi setara dengan lawan atau bahkan lebih bawah dari mereka. Tak ada orang yang pernah dianggap mahir dalam memainkan ular tangga. Tak ada yang tahu hasilnya sebelum dua dadu itu berhenti berputar setelah dilempar. Tak ada orang bisa memprediksikan jumlah dari kedua dadu yang ada. Yang ada hanyalah orang yang dianggap beruntung.

Setelah dewasa, melalui semua pengalaman hidup yang telah kita dapatkan semenjak kita mulai merengek menangis setelah keluar dari rahim ibu kita, tak jarang kita mendapatkan 'ular' dan berada merasa dibawah. Merasa down dan merasa perjalanan hidup ini begitu panjang untuk sukses pada titik finish. Tak jarang juga kita mendapatkan 'tangga' yang membuat kita merasa berada di angkasa, merasa hanya kita yang pantas mencapai sukses pada titik finish pada posisi pertama. Seperti mengusungkan dada kedepan dan mengangkat dagu keatas dengan sombongnya. Itulah lika-liku kehidupan yang selalu berputar.

Allah menciptakan 'ular' untuk mengajarkan manusia untuk selalu berusaha keras dan pantang menyerah untuk mencapai titik akhir dan selalu berdoa kepada-Nya. Allah juga menciptakan 'tangga' agar kita dapat bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan dan ingat bahwa semua yang kita miliki hanyalah sebuah pinjaman dan tak pantas untuk dibanggakan.

Share This Article Facebook +Google Twitter Digg Reddit