4 Pillar Untuk Memulai Bisnis Dalam Perspektif Islam

Bismillah..
Sunnah adalah sesuatu yang berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam baik perkataan, perbuatan, penetapan, sifat lahiriyah maupun sifat batiniyah, ataupun sejarah beliau baik sebelum pengutusan atau sesudahnya”
Salah satu penjabaran didalam definisi sunnah adalah "sesuatu yg dilakukan oleh Nabi S.A.W." dan salah satu dari semua perbuatan baiknya adalah berdagang dengan baik dan jujur. Jadi kita disunnahkan untuk berdagang dan diwajibkan berdagang dengan baik dan jujur. Tulisan ini berisi ilmu konvensional yg ditambahkan perspektif Islam yaitu "4 pillar untuk memulai bisnis dalam perspektif Islam".

Marketing mix yg substansinya adalah 4 P. Apasih isi dari 4 P yg dikatakan krusial ketika ingin memulai bisnis? Yaitu.. Product, Price, Place, Promotion




Product
Sebuah produk adalah sesuatu yg bisa dibilang yg paling krusial ketika ingin memulai bisnis. Kenapa? Karena beda produk akan berbeda penanganan untuk Place, Price dan Promotion. Selain itu, nilai jual yg utama ada di produk yg kita pasarkan. Pikirkan apa produk yg benar benar bisa kalian kuasai dari ujung kepala sampai ujung jari kaki. Jika dilihat dalam perspektif sebagai muslim yg ingin memulai usaha adalah kepastian kehalalan produk yg ingin kita pasarkan. Bukan hanya halal secara substantif, tetapi juga halal secara proses.

General Knowledge:
Yang dinamakan produk itu tidak selalu yg dibungkus rapi dengan bungkusan menarik loooh... produk dibagi menjadi 2 yaitu: Tangible dan Intangible. Apa itu? Tangible adalah yg bisa dilihat dan disentuh dengan wujud yg jelas seperti coklat, sabun, permen dll. Intagible yg tidak terlihat tetapi bisa dirasakan seperti perusahaan yg bergerak dibidang services. Contoh, sekolah, laundry, ticketing, dll. 

Price
Ketika kita sudah menentukan produk apa yg kita akan jual, tentunya kita menghitung berapa modal yg keluarkan untuk satu produknya sampai akhirnya kita menemukan BEP (Break Even Point) atau modal awal (no profit). Ketika kita sudah menemukan BEP yg perlu dilakukan adalah mark up harga untuk profitnya.

Berkembangnya zaman, berkembang pula cara melakukan transaksi diantara penjual dan pembeli, berkembang pula sistem pembayara antara keduanya. Yang perlu diperhatikan dalam perspektif islam adalah jangan sampai ada sistem Riba dalam bisnis yg kita bina. Tertulis jelas didalam Al-Quran larangannya di surat Al-Baqarah ayat 278.

General Knowledge:
Setiap produk memiliki cara penanganan pricing yg berbeda. Ada 2 jenis pricing strategy yg terkenal yaitu Penetration Pricing dan Skimming Pricing. Penetration Pricing yaitu memulai harga produk dengan rendah ketika baru muncul di pasar untuk menarik pembeli sebanyak mungkin dan harga akan semakin naik dengan berjalanny waktu. Sedangkan Skimming Pricing memulai harga produk dengan tinggi yg semakin lama menurun untuk mengetahui ke minat pasar. 

Fact:
Sekitar tahun 2006 kalau tidak salah, Daihatsu Xenia mengiklankan "Mobil baru hanya dengan 60-jutaan". Daihatsu menggunakan penetration pricing untuk menarik pembeli sebanyak mungkin. dan bisa dilihat per tahunnya harga jual mobil tersebut kian menaik hingga 200 persen.

Place
Ketika sudah menemukan price, proses segmentasi untuk meletakkan business kita sangatlah mudah. Apakah produk kita termasuk yg bisa dibeli oleh semua orang, menengah kebawah atau menengah keatas? Karena kecendrungan akan dibelinya produk yg kita miliki juga tergantung oleh tepatnya placing yg kita lakukan. Kalau dalam perspektif islam apa yg harus dihindari? Yaaa selama itu tidak mengambil hak orang itu diperbolehkan.

General Knowledge:
Ketika proses placing, perusahaan besar biasa mengeluarkan biaya untuk survey pasar. Bagaimana minat dan respon masyarakat sekitar untuk business yg akan diletakkan di suatu daerah. Penerapan terkenal yg bisa dibilang "jahat" oleh kompetitor yg memang diperbolehkan dan tidak menyalahi aturan adalah ketika satu perusahaan dibidang serupa meletakkan cabang tepat disebelah kompetitor. Contoh simple: McDonald melakukan survey pasar di satu tempat dan mendapatkan positive response dari masyarakat. Membuka cabang di tempat itu dan tiba tiba perusahaan serupa KFC membuka cabang tepat disebelah McDonald tanpa melakukan survey karena KFC sudah melihat adanya potensi yg besar di daerah tersebut karena adanya kompetitor. 

Promotion

Promotion bisa dibilang bumbu pelengkap. Tujuan promosi? Agar orang mengetahui bahwa produk kita itu ada. Jika produk kita sudah dikenal apa masih perlu promosi? Masih, untuk follow up dan menaikkan demand. Ketika melakukan promotion, sering kali kita melihat perusahaan menyudutkan kompetitor yg biasa dibina oleh perorangan. Perbuatan itu dilarang oleh Allah didalam surat Al-Hujurat ayat 11.

General Knowledge
Selain itu promosi diperlukan untuk menanamkan stereotypes kepada masyarakat luas. Apasih stereotypes itu? Contoh Mcdonald mempunyai jargon 'Im loving it'. Ketika orang melihat melihat "I'm loving it", masyarakat mengetahui bahwa itu adalah iklan dari McDonald walaupun tidak secara jelas dituliskan bahwa itu McDonald.



Yang terpenting ketika kita sudah melakukan semua yg diatas adalah berdoa dan tawakal kepada Allah SWT. Sekian dan semoga tulisan ini bermanfaat









Tulisan amatir ini ditulis oleh Ibrahim Khalil, lulusan Diploma in Business Administration dari International Islamic College Malaysia.

@ibrahimkholil
@MotivasiSupper

Share This Article Facebook +Google Twitter Digg Reddit