Menyambut Moment Dengan Kesiapan Diri
Coba bayangkan ketika kamu sedang menyandarkan pundakmu di sofa ruang tengah pada sore hari yg cerah setelah hari yg melelahkan, tiba-tiba kamu mendengar ada seseorang yg mengetuk pintu depan rumahmu. Kamu beranjak bangkit dan menghapiri sang tamu. Ternyata yg bertamu adalah staff presiden yg ingin menyampaikan surat dari presiden yg mengatakan beliau akan berkunjung ke rumahmu pada tanggal yg tertera. Perasaanmu pasti gembira karena orang nomor 1 di negeri kita ini akan berkunjung. Setelah itu kamu mulai merencanakan masakan apa yg akan dihidangkan untuk bapak presiden, dekorasi apa yg akan disiapkan untuk menyambutnya. Bahkan sampai membuat sebuah spanduk besar bertuliskan "Selamat Datang Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono". Mempersiapkan segalanya dengan matang untuk menyambut moment yg bisa dikatakan jarang untuk ditemui.
Coba bayangkan lagi, ketika nanti kamu sudah menikah dan mendapatkan kabar bahwa mertua yg tinggal di kampung akan berkunjung datang. Rasa bahagia dan sedikit panik menyelimuti dirimu. Seraya merencanakan pula untuk merapihkan segala sudut ruangan, memikirkan masakan untuk sang mertua, sampai merencanakan baju apa yg akan dipakai selama mertua berkunjung. Lagi lagi mempersiapkan segalanya dari jauh-jauh hari dengan matang agar tidak mengecewakan sang mertua.
Kemudian coba bayangkan jika tamu yg berkunjung adalah Bulan Ramadhan. Moment yg lebih berarti daripada mempersiapkan spanduk besar untuk menyambut sang presiden. Moment yg lebih berarti daripada memikirkan baju apa yg akan dipakai ketika bertemu dengan mertua. Apakah kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya dari jauh jauh hari? apakah kita sudah menargetkan berapa kali kita akan hatam pada bulang suci yg akan datang? apakah kita sudah mempersiapkan diri dengan membiasakan puasa di bulan Sya'ban? Apa yg sudah kita persiapkan untuk menyambut bulan Ramadhan ini? Yuuk evaluasi diri kita dan mulai merencanakannyaa :)

